Fadli Zon : Setiap Kali Pemilu, Isu DPT Selalu Hadir.
Pemilu 2014 tinggal sekitar setahun lagi. Meski ini pemilu ke-4 di era reformasi, tak ada jaminan masalah DPT (Daftar Pemilih Tetap) tak akan muncul lagi.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra
Fadli Zon mengungkap, setiap kali Pemilu, isu DPT selalu hadir. DPT yang
kacau sangat rawan kecurangan. DPT bermasalah, imbuhnya, mengurangi hak
konstitusi rakyat. Rawan diselewengkan dan memunculkan anggota
legislatif siluman.
“KPU perlu segera benahi DPT Pemilu 2014.
Kesalahan penetapan DPT, sama saja bentuk korupsi terhadap suara
rakyat. Apalagi melihat proses e-KTP juga belum rampung. E-KTP
ditargetkan ulang hingga Desember 2013,” ujarnya, Rabu (23/1/2013).
Perbedaan basis data pemilih antara KPU
dan Kemendagri, katanya lagi, juga bermasalah. KPU menggunakan basis DPT
2009 sementara Kemendagri berbasis e-KTP. Hal ini harus disinkronkan.
Basis penentuan DPT tak boleh berdasarkan data kependudukan yang sudah
rusak.
“Kita harus belajar dari kisruh DPT
Pemilu sebelumnya. Pada Pemilu 2009, lebih dari 7juta pemilih fiktif
terdapat dalam DPT. Banyak data salah dalam DPT. Misal, ada pemilih
ganda, dimasukannya warga yang belum punya hak pilih serta warga yang
sudah meninggal,” tegas Fadli.
KPU harus punya sistem mencegah
terjadinya kesalahan dalam memasukkan data pemilih. Kesalahan DPT 2014
sangat mungkin terjadi dan rawan dimanfaatkan pihak tertentu.
Pada Pemilukada Jakarta saja sempat
terdapat 21 ribu pemilih siluman ganda pada DPT. Kalau Jakarta saja
demikian, apalagi di daerah lain? Pemilu yang jujur hanya akan bisa
dijalankan ketika pelaksanaannya memiliki data pemilih yang benar. DPT
akurat, kualitas pemilu kita pun baik.
“DPT tak boleh keliru. Kalau ada yang
sampai tak masuk dalam DPT, maka itu merupakan bentuk korupsi terhadap
suara rakyat,dan pelanggaran terhadap hak sipil politik warga negara,”
Fadli Zon menyarankan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar